<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408</id><updated>2012-01-22T21:16:52.959+07:00</updated><category term='The Occulties'/><title type='text'>fierzy writes...</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-556938020190935642</id><published>2012-01-22T20:46:00.000+07:00</published><updated>2012-01-22T20:47:14.234+07:00</updated><title type='text'>chapter 27</title><content type='html'>Pagi menjelang, suasana kembali terang. Seperti biasanya, aku menyiapkan sarapan untuk nyonya Lily dan keluarganya. Teman-teman Bill pun datang menyambutnya, mengajaknya bermain dihalaman. Tak ada yang berbeda pada hari itu, kecuali Lily yang membisikkanku untuk membujuk Billy untuk makan, dan melakukan penyembuhan layaknya orang lumpuh.&lt;br /&gt;Aku berhasil membujuknya, Bill mulai belajar untuk berjalan. Walaupun terkadang ia terjatuh, namun aku selalu berusaha menjaganya agar tidak jatuh. Hal ini kulakukan sebagai bentuk terima kasihku terhadap keluarga kecil ini yang telah menampungku tanpa mengeluh, walaupun aku tahu, dari segi ekonomi mereka mungkin terbebani dengan keberadaanku.&lt;br /&gt;Hari berganti hari, minggu bahkan berbulan bulan semenjak aku datang ke rumah ini, aku tidak merasakan sesuatu yang aneh. Aku bahkan lupa pada dunia aneh dengan para Occulties itu. Aku merasa seperti sedia kala dimana aku lupa ingatan dan menjalani hari-hariku layaknya manusia normal. Aku membeli kue, berjualan, berjalan ditaman, belanja, bersepeda, dan semua aktifitas manusia pada umumnya telah ku jalani. Hingga pada suatu pagi, Lily datang padaku.&lt;br /&gt;"Ini bukan apa-apa, hanya hadiah kecil dari kami karena telah membantu keluarga kami. Aku tak tahu harus berbuat apa lagi untuk berterima kasih padamu, Zy. Lihatlah keadaan Billy yang semakin membaik, itu semua berkat jasamu.." Kata Lily seraya memberiku kotak kecil terbungkus koran.&lt;br /&gt;Aku membuka kotak kecil itu dan mengeluarkan kalung yang ada di dalamnya, dan tanpa sengaja aku menitikkan air mata. Aku sudah menganggap mereka sebagai keluarga sendiri. Aku bahkan tak habis pikir jika mereka rela berhutang pada bank hanya untuk memberiku kalung ini, mengingat perbincangan George dan Lily semalam.&lt;br /&gt;"Sudahlah nyonya Lily, ini sangat berlebihan. Aku tidak bisa menerimanya.." Kataku sambil menyerahkan hadiah itu pada Lily.&lt;br /&gt;"Terima saja, hanya ini yang dapat kami berikan." Kata Lily sambil memakaikan kalung itu dileherku.&lt;br /&gt;Lantas ia menyadari ada tanda itu di tengkukku.&lt;br /&gt;"apa ini?" Tanya Lily kebingungan.&lt;br /&gt;Pertanyaan itu kembali membawa ingatanku pada saat aku pergi dari gedung yang tak kasat mata itu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara teriakan teriakan histeris dari luar rumah. Sebuah mobil melaju kencang tanpa arah, dan beberapa orang yang telah tergeletak berdarah di pinggir jalan. Mobil itu melaju kencang, dan berusaha menghindar dari billy yang sedang belajar untuk berjalan di halaman depan. Lily berteriak histeris, namun mobil itu berhasil menghindar dari Billy, membating stir ke arah rumah Lily. Seketika cahaya putih itu keluar dari arah jendela Lily. Mobil itu terhempas kebelakang, dan terhenti dalam keadaan terbalik tepat dihadapan Billy. Keadaan seketika menjadi sunyi, Lily terlihat begitu pucat dan lemah. Ia melihat ke arahku terbelalak, dengan tatapan yang seakan penuh tanya, makhluk apa aku ini? Namun tak sepatah katapun keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;Ia lantas keluar memeluk Billy, dan membawanya masuk.&lt;br /&gt;Semenjak kejadian itu, Lily tak mengajakku bicara sedikitpun pada hari itu. Mungkin aku yang akan berbicara duluan, tapi apa? Apa aku harus berkata jujur padanya bahwa aku ini...&lt;br /&gt;"Zy?" Lily memanggilku.&lt;br /&gt;"Ya?" Kataku.&lt;br /&gt;Lily bersujud padaku.&lt;br /&gt;"Sekali lagi, terima kasih, kau telah menyelamatkan keluarga kami," Lily menangis.&lt;br /&gt;"Hentikan, ini bukanlah karenaku, ini semata mata sedikit pertolongan karena kau telah menolongku juga.." Kataku.&lt;br /&gt;Aku tiba-tiba termenung memikirkan dunia asing itu. Aku mulai merindukan Gee, begitu juga tawa khas Cliff. Aku juga merindukan Dafty. Sebenarnya apa yang direncanakan oleh Dafty diluar sana?&lt;br /&gt;"Zy?" Panggil Lily.&lt;br /&gt;"Oh ya? Maaf, aku banyak melamun belakangan ini," kataku terkejut dan jantungku berdegup kencang.&lt;br /&gt;"Sebaiknya kau istirahat saja, hari ini pasti sangat melelahkan, bukan?"&lt;br /&gt;Aku tersenyum dan meninggalkan ruangan itu, menuju ruanganku.&lt;br /&gt;Sesampainya, aku menutup pintu kamarku dan melihat Gee berada di jendela kamarku, menggunakan jubah hitam. Ia lantas membuka topinya. Rambut merahnya terlihat dibawah sinar bulan dari luar.&lt;br /&gt;"Sudah kubilang, aku akan datang tiap kali kau menyebut namaku," kata Gee.&lt;br /&gt;Aku memeluknya erat, aku merindukannya lebih dari rasa rinduku terhadap Cliff.&lt;br /&gt;"Mana Cliff?" Tanyaku.&lt;br /&gt;"Dia merasa begitu terpukul kembali kehilanganmu. Entahlah, sejujurnya aku tak suka dirimu dekat dengannya, tapi keputusan ada ditanganmu. Katakan jika kau siap kembali ke tempat itu," kata Gee.&lt;br /&gt;Aku hanya terdiam. Aku merasa tempat ini cukup nyaman untukku, tapi aku tak bisa selamanya bergantung pada orang lain. Akhirnya, aku memutuskan untuk kembali ke tempat itu.&lt;br /&gt;Keesokan harinya, aku berpamitan pada Lily, sejujurnya aku sedih, tapi Lily mengizinkanku mengunjunginya kapanpun aku mau.&lt;br /&gt;"Pintu rumah ini selalu terbuka untukmu, Izzy." Kata Lily.&lt;br /&gt;Billy hanya terdiam, nampaknya ia merasa kehilangan.&lt;br /&gt;"Aku akan merindukanmu, Zy." Katanya.&lt;br /&gt;George mengantarkanku pada hutan dimana aku meminta tumpangannya pada malam itu.&lt;br /&gt;"Petualanganku akan kumulai kembali," gumamku.&lt;br /&gt;"Kau pasti bisa," terdengar Gee membisikkannya padaku, namun aku tak melihat keberadaannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-556938020190935642?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/556938020190935642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2012/01/chapter-27.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/556938020190935642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/556938020190935642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2012/01/chapter-27.html' title='chapter 27'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-3591748525453410830</id><published>2011-07-02T16:55:00.002+07:00</published><updated>2011-07-02T17:19:26.174+07:00</updated><title type='text'>chapter 26</title><content type='html'>"Bill?" aku masuk ke ruangan Bill untuk sekedar berbicara dengannya.&lt;br /&gt;Bill hanya terdiam melihat ke luar jendela. aku mencoba untuk mengajaknya bergurau, namun tak sedikitpun ia menghiraukanku. kesabaranku sudah habis, sifat labilku-pun muncul tanpa kusadari. aku mengoyak tubuhnya agar ia menoleh ke arahku. aku memalingkan wajahnya dan ia berubah menjadi gumpalan hitam dengan mata merah dan taring-taring yang panjang. itu makhluk yang biasanya mengejarku. dan saat itu pula, aku baru sadar bahwa petualanganku baru saja dimulai. aku harus menjaga orang lain sedangkan aku juga membutuhkan perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menjauh darinya dan terjatuh. makhluk itu hampir menggapaiku, namun pintu terbuka dan makhluk itu pergi begitu saja.&lt;br /&gt;"b-b-bill?" kataku.&lt;br /&gt;"apa yang kau lakukan disini?" katanya.&lt;br /&gt;"a-a-aku.."&lt;br /&gt;"ia menjalankan kursi rodanya dan tidak menghiraukanku. ia mengarahkan kursi rodanya ke arah jendela, persis seperti yang makhluk itu lakukan."&lt;br /&gt;"bill, apakah itu benar kau?"&lt;br /&gt;"tentu saja, siapa lagi?" tanya Bill.&lt;br /&gt;"tidak.." kataku.&lt;br /&gt;suasana begitu sunyi. aku mencoba mengalihkannya kembali.&lt;br /&gt;"bill, apa kau selalu melakukan hal ini?"&lt;br /&gt;"ya, lihat ini,"&lt;br /&gt;aku melihat ke arah jendela dan melihat lampu dari rumah-rumah di sekitar, terlihat seperti bintang yang bertaburan diatas bukit.&lt;br /&gt;"ini belum apa-apa. tunggu saja, mungkin beberapa menit lagi saat orang-orang tertidur,"&lt;br /&gt;waktu berjalan. satu-persatu lampu dari rumah-rumah itu dipadamkan, hingga tak ada lampu rumah yang tersisa. kota terlihat begitu gelap.&lt;br /&gt;"tolong matikan lampunya," kata bill.&lt;br /&gt;aku mematikan lampu kamarnya dan pemandangan bintang-bintang di angkasa pun terlihat begitu menyejukkan hati.&lt;br /&gt;"wow!" seru-ku.&lt;br /&gt;"kau menyukainya?" kata bill.&lt;br /&gt;"ya, ini sungguh luar biasa!"&lt;br /&gt;dan semenjak itu kami mulai banyak berbincang-bincang dan menjadi akrab dalam sekejap. mungkin yang dikatakan Lily benar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-3591748525453410830?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/3591748525453410830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/07/chapter-26.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/3591748525453410830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/3591748525453410830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/07/chapter-26.html' title='chapter 26'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-451842846072343865</id><published>2011-07-02T16:30:00.002+07:00</published><updated>2011-07-02T16:49:30.359+07:00</updated><title type='text'>chapter 25</title><content type='html'>"aneh sekali anak itu," kata Nyonya George.&lt;br /&gt;"tidak biasanya dia seperti itu, maksudku, berdiam diri terus menerus. mungkin memang pada awalnya dia akan terdiam ketika melihat ada orang baru di rumah, tapi itu tak pernah berlangsung lama. apa dia mengajakmu berbicara kemarin?" tambahnya.&lt;br /&gt;"mm... tidak, sama sekali," kataku.&lt;br /&gt;Nyonya George terlihat begitu cemas.&lt;br /&gt;"mmmm... Nyonya George?"&lt;br /&gt;"aku takut akan penyakitnya. sudah cukup lama ia duduk di kursi roda, sekitar 4 tahun lalu. ia bilang ia merasakan sakit yang luar biasa pada tubuhnya, terutama pada persendian dan tulang belakang, kami sudah membawanya ke dokter manapun, tapi semua mengatakan bahwa ia tidak apa-apa. apa mereka semua sudah gila? sangat jelas terjadi apa-apa dengannya!" Nyonya George menangis.&lt;br /&gt;aku hanya terdiam mendengarnya.&lt;br /&gt;"sejak kemarin aku tidak bekerja untuk menjaga Bill, aku tak peduli bagaimana atasanku akan marah padaku, bahkan jika aku dipecat...." kata Nyonya George.&lt;br /&gt;aku memeluk Nyonya George.&lt;br /&gt;"serahkan padaku, aku akan menjaganya," kataku mencoba menenangkan.&lt;br /&gt;"benarkah kau akan menjaganya?" tanya Nyonya George.&lt;br /&gt;"tentu, Nyonya George!" kataku dengan yakin.&lt;br /&gt;Nyonya George memelukku.&lt;br /&gt;"terima kasih banyak atas tawaranmu. oh ya, dan jangan memanggilku Nyonya George, cukup panggil Lily saja," tambahnya.&lt;br /&gt;"baiklah,"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-451842846072343865?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/451842846072343865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/07/chapter-25.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/451842846072343865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/451842846072343865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/07/chapter-25.html' title='chapter 25'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-7360026993545083590</id><published>2011-06-07T20:27:00.002+07:00</published><updated>2011-07-02T16:29:22.256+07:00</updated><title type='text'>chapter 24</title><content type='html'>keesokan harinya, aku bangun dan menuju ke ruang tamu dan melihat beberapa anak kecil sedang bermain di halaman rumah tuan George. Nyonya George keluar dan membawakan mereka biskuit dan teh. akupun ikut bergabung dengan mereka.&lt;br /&gt;"mereka adalah teman-teman Bill,"&lt;br /&gt;aku hanya mengangguk tanpa menyadari keberadaan Bill di balik jendela.&lt;br /&gt;"dan itu... Bill?" tanyaku.&lt;br /&gt;"entahlah, ada yang aneh dengannya hari ini, biasanya ia ikut bermain,"&lt;br /&gt;salah satu gadis kecil melempar bola ke arahku, seakan ia ingin mengajakku bermain namun enggan untuk berkata.&lt;br /&gt;"hey, namamu siapa?" tanyaku.&lt;br /&gt;ia hanya berlari malu-malu. lalu seorang bocah bertanya padaku,&lt;br /&gt;"mana bill?"&lt;br /&gt;"disa....na.." kataku sambil mengarahkan jariku ke arah jendela, namun Bill menghilang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-7360026993545083590?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/7360026993545083590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/06/chapter-24.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/7360026993545083590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/7360026993545083590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/06/chapter-24.html' title='chapter 24'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-4421399780690240011</id><published>2011-06-07T00:06:00.005+07:00</published><updated>2011-06-12T17:09:39.053+07:00</updated><title type='text'>chapter 23</title><content type='html'>kami tiba pukul 6:14 pagi hari dengan sambutan hangat oleh nyonya George. Beliau menghidangkan teh hangat dan biskuit, kebetulan sekali pada saat itu langit sedang tidak bersahabat, udara di sekitarpun menjadi sangat dingin.&lt;br /&gt;di ruang tamu, terdapat sebuah cermin yang digantung tak jauh dari tempatku duduk. aku melihat ke arah cermin. Nyonya George melihat ke arahku dan mengambilkanku handuk.&lt;br /&gt;"dirimu kotor sekali, ini. bersihkan dirimu lalu kita sarapan," seraya menunjukkanku arah kamar mandi yang berada di dekat ruang keluarga.&lt;br /&gt;saat melintas di ruang keluarga, aku dikejutkan oleh seorang anak yang duduk diatas kursi roda, mengenakan piyama biru muda dan kacamata bulat dengan pandangan menyakitkan. aku terhenti di ruangan itu dan melihat anak itu keheranan.&lt;br /&gt;"itu Bill, dia memang seperti itu," kata nyonya George dari arah dapur.&lt;br /&gt;aku terpaku dalam beberapa detik sebelum aku berjalan menuju kamar mandi di rumah sederhana itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-4421399780690240011?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/4421399780690240011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/06/chapter-23.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/4421399780690240011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/4421399780690240011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/06/chapter-23.html' title='chapter 23'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-9111101082930899191</id><published>2011-06-05T19:58:00.005+07:00</published><updated>2011-06-07T00:04:24.680+07:00</updated><title type='text'>Chapter 22</title><content type='html'>aku tak tahu apa yang kupikirkan, aku hanya berlari dari tempat itu dan berusaha untuk menghindar sejauh mungkin dari orang-orang itu.&lt;br /&gt;aku berlari menjauh dan hari semakin gelap dan semakin menakutkan. aku terus menguatkan tekatku dan terus berlari tanpa henti mengikuti arus jalan.&lt;br /&gt;aku kelelahan, akhirnya aku memutuskan untuk berhenti dan menunggu mobil yang lewat untuk ku tumpangi.&lt;br /&gt;aku menunggu namun tak ada satu mobilpun yang lewat. aku mulai berputus asa, dan aku terus berjalan dalam langkah-langkah kecil. akupun tak sadar, sebuah mobil telah melintas. aku terhenti dan memilih untuk menunggu kembali. setengah jam aku menunggu, tak ada kendaraan yang melintas, lalu aku kembali berjalan, dan sebuah mobil lagi-lagi melintas dengan kencangnya. dan ketiga kalinya aku menunggu, tak ada satupun tanda-tanda kendaraan akan melintas. namun lagi-lagi, aku berjalan dan sebuah mobil melaju dengan kecepatan yang kencang. aku berusaha mengejarnya namun kakiku terasa semakin tersakiti. aku duduk di pinggir jalan sambil memandang mobil itu melaju.&lt;br /&gt;aku membalikkan badan dan melihat kuda putih besar berdiri di belakangku. beruntunglah aku, dibelakang kuda itu ada mobil yang terhalangi jalannya karena kuda itu. aku meminta tumpangan padanya dan ia mau mengantarkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;George, adalah orang yang memberiku tumpangan pada malam itu. aku hanya terdiam melihat pepohonan raksasa di piinggir jalan itu, dan sekilas akupun meilhat bayangan putih muncul di sebelah kaca mobilku. aku berteriak seketika. George menghentikan mobilnya dan bertanya padaku. &lt;br /&gt;"ada apa, Izzy?" tanya George.&lt;br /&gt;aku hanya terdiam dan tak dapat berkata apapun.&lt;br /&gt;George menatapku keheranan.&lt;br /&gt;"a-a-aku barusan melihat ada..." aku tak melanjutkan kalimatku.&lt;br /&gt;George mengernyitkan dahinya.&lt;br /&gt;Aku terengah-engah dan George mencoba menenangkanku. ia berusaha meyakinkanku bahwa kemungkinan aku hanya berimajinasi karena kelelahan. kami berbincang-bincang dan itu sedikit membuatku tenang. George juga menawarkanku untuk tinggal di rumahnya bersama keluarganya, dan pernyataan itu membuatku lega karena aku tak perlu lagi untuk mencari tempat dimana aku akan bernaung nantinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-9111101082930899191?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/9111101082930899191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/06/chapter-22.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/9111101082930899191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/9111101082930899191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/06/chapter-22.html' title='Chapter 22'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-8647313421446333858</id><published>2011-06-05T19:25:00.003+07:00</published><updated>2011-06-05T19:51:55.876+07:00</updated><title type='text'>chapter 21</title><content type='html'>"siapapun bisa menjadi musuh disini,"&lt;br /&gt;aku mendengar suara berbisik.&lt;br /&gt;"siapa itu?" kataku.&lt;br /&gt;Cliff hanya memandangku keheranan.&lt;br /&gt;"ada apa, zy?" kata Cliff.&lt;br /&gt;"bukan.. bukan.. bukan.. bukan Cliff! bukan!!"&lt;br /&gt;"Hey hey hey! ada apa?" kata Cliff sambil menyadarkanku.&lt;br /&gt;aku melihat ke arah Cliff.&lt;br /&gt;"tidak.. tidak.." aku melangkahkan kakiku mundur menjauh dari Cliff.&lt;br /&gt;entah apa yang salah dengannya, aku merasakan auranya tidak dapat lagi bendung, seakan ialah makhluk jahat yang sedang mengejarku selama ini.&lt;br /&gt;bisikan itu semakin jelas.&lt;br /&gt;"tempat ini sudah tidak aman, ayo pergilah, dia penghianat," kata bisikan itu.&lt;br /&gt;aku berlari keluar dari ruangan itu. aku bahkan tak melihat satu Occulty pun melintas di koridor utama, semua telah terelap. aku berusaha mencari penerangan, menggoreskan jariku dan cahaya biru keluar dari sela-sela bata. namun cahaya itu berubah menjadi begitu terang seraya perasaanku yang melunjak. aku merasa silau, aku tak dapat memperhatikan langkahku dan terjatuh. cahaya yang menyilaukan itu meredup perlahan ketika perasaanku mulai tenang melihat Anna keluar dari pintu dapur.&lt;br /&gt;"Anna! Anna!" aku berlari ke arahnya, ia berubah menjadi monster yang besar dan sangat menyeramkan sebelum aku mencapainya, aku berlari ke koridor menuju tangga utama dan kabur dari tempat itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-8647313421446333858?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/8647313421446333858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/06/chapter-21.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8647313421446333858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8647313421446333858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/06/chapter-21.html' title='chapter 21'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-8777496574358449904</id><published>2011-05-21T15:14:00.001+07:00</published><updated>2011-06-05T19:24:19.180+07:00</updated><title type='text'>Chapter 20</title><content type='html'>"sepertinya aku akan tidur disini saja untuk memastikan dirimu aman, sekarang beristirahatlah," kata Cliff.&lt;br /&gt;aku hanya diam merebahkan kembali tubuhku dan berusaha untuk meredam rasa sakit yang kurasakan.&lt;br /&gt;Cliff menengok ke arah jendela dan melamun.&lt;br /&gt;"Cliff.. aku tidak bisa tidur," gumamku.&lt;br /&gt;Ia tidak menghiraukanku dan terus melamun.&lt;br /&gt;"Cliff!" aku melempar bantal ke arahnya.&lt;br /&gt;"heh, aku tidak bisa tidur bodoh, apa kau tidak mendengarku?" kataku.&lt;br /&gt;Cliff hanya tersenyum tanpa dosa. Ia menunjuk sebuah kursi dan mengarahkannya persis di sebelah tempat tidurku. Ia berpindah dari sofa dan duduk di kursi itu. Ia membelai rambutku. aku memejamkan mataku dan membayangkan Gee yang sedang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terbangun ketika Cliff sedang tertidur, aku keluar dari kamarku dengan terkantuk-kantuk menuju toilet. saat aku mencuci tanganku, aku melihat pantulan orang mengenakan baju putih dari ruang tengah. dengan pandangan yang tak seberapa jelas, aku mendekatinya. Rupanya itu Cliff.&lt;br /&gt;"Cliff, apa yang kau lakukan disini? ayo kembali," kataku.&lt;br /&gt;Ia hanya diam dan berdiri disana.&lt;br /&gt;"Cliff?" kataku sambil berjalan di tangga.&lt;br /&gt;Cliff hanya diam saja. saat aku melihat ke tengah ruangan, dan Cliff menghilang.&lt;br /&gt;aku merasakan ada yang memberatkan langkahku, punggungku pun terasa terbebani, rupanya gumpalan putih itu telah membalut tubuhku, aku lantas berteriak memanggil Cliff. Cliff keluar dari kamarku, dengan sergap ia menyengkirkan makhluk itu jauh keluar dari jendela tengah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-8777496574358449904?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/8777496574358449904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-20.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8777496574358449904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8777496574358449904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-20.html' title='Chapter 20'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-61615452577365568</id><published>2011-05-21T06:58:00.007+07:00</published><updated>2011-06-05T18:25:26.946+07:00</updated><title type='text'>Chapter 19</title><content type='html'>kami tertawa lepas, aku mengacak-acak rambut merah Gee, dan Gee memegang tanganku. di tengah canda kami, Cliff akhirnya menyadari, ada yang salah dengan Gee.&lt;br /&gt;"tunggu, tanda apa itu?" tanya Cliff.&lt;br /&gt;semua terdiam. suasana hening kembali.&lt;br /&gt;Cliff menarik tangan Gee dan melihat tanda khas Ras kami di pergelangan tangannya di dekat nadi. kami bertiga saling memandang.&lt;br /&gt;"bukankah ini lambang para Occulty, Cliff?" tanyaku.&lt;br /&gt;Cliff memandangku.&lt;br /&gt;"benar.. tapi, lihatlah, ini seharusnya berada di sini, bukan disini.." kata Cliff lalu menunjukkan tengkuk lehernya, dan membandingkan tanda milik Gee.&lt;br /&gt;"apa bedanya?"&lt;br /&gt;"aku tahu, aku tahu." Gee menyela dan menarik tangannya.&lt;br /&gt;"kita tidak dapat memasuki dunia ini jika tidak memiliki hubungan darah dan tanda ini bukan?" tambahnya.&lt;br /&gt;"Dafty yang memberi tahuku. sebenarnya kau kabur dari rumah karena dia yang mendesakmu, benarkan Izzy? hanya saja ia tidak mengungkapkannya secara langsung, ia membuatmu tidak betah dirumah dan apapun ia lakukan untuk membuatmu keluar dari rumah itu, karena makhluk itu sedang dalam perjalanan mencarimu. dan kau Cliff, sang pangeran kecil Izzy, kau diberi amanah untuk menjaganya sampai Dafty disini."&lt;br /&gt;aku terkejut.&lt;br /&gt;"jadi.. semua ini sudah terencana? lalu, dimana Dafty? dan, tunggu. kenapa mereka mengejarku?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Dafty sedang dalam bahaya besar disana. ia menyuruhku untuk memastikan bahwa dirimu baik-baik saja disini. dan untung saja belum begitu terlambat, rupanya Cliff lengah dalam penjagaan." kata Gee memandang Cliff sinis.&lt;br /&gt;"tunggu, sebenarnya apa kau ada hubungan darah dengannya?" tanya Cliff.&lt;br /&gt;"tidak." kata Gee.&lt;br /&gt;aku semakin bingung dibuatnya. Cliff terdiam.&lt;br /&gt;"kecelakaan yang dialami Izzy pada bulan lalu. kecelakaan yang membuatnya lupa ingatan. ya, disitulah, Izzy kehilangan banyak darah. aku mendonorkan darahku padanya. mulai saat itulah, apapun yang dilakukan Izzy, akan terasa pula padaku. termasuk detak jantung yang melemah saat aku berada di sekitarnya," Gee menunjukku.&lt;br /&gt;"dan tanda ini?" tanya Cliff.&lt;br /&gt;"aku pikir, tidak perlu kau tanyakan lagi. tanda ini tidak akan muncul pada tengkuk leherku karena aku hanya demi-occluty. tidak seperti kalian yang memiliki darah murni. namun itu tak memiliki makna yang berarti dimata occulty lain," kata Gee.&lt;br /&gt;"rupanya kau lebih tahu banyak daripada aku.." kata Cliff.&lt;br /&gt;"sigh.. lagipula, aku kesini untuk memanggil beberapa Occulty lain untuk membantu Dafty disana. aku merasa tidak aman. oh ya Izzy, aku minta maaf karena meninggalkanmu di tengah hutan, aku tengah mencoba melawan ribuan .... disana. namun aku lengah, rupanya ada salah satu yang menyerangmu, aku sungguh meminta maaf." Gee membalikkan badannya.&lt;br /&gt;"tidak apa.. terima kasih banyak Gee." kataku lantas memeluknya dari belakang.&lt;br /&gt;"baik, aku harus pergi, Dafty menunggu disana," Gee keluar melalui jendela kamarku dan menajakkan kakinya ke ranting-ranting seperti yang ia lakukan sebelumnya dan diikuti oleh beberapa Ocklety lain yang muncul dari dalam akar pepohonan.&lt;br /&gt;ia pergi semakin jauh dan jauh dan tak lagi terlihat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-61615452577365568?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/61615452577365568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-19.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/61615452577365568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/61615452577365568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-19.html' title='Chapter 19'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-6224772037770532128</id><published>2011-05-19T13:51:00.002+07:00</published><updated>2011-05-21T06:54:54.571+07:00</updated><title type='text'>Chapter 18</title><content type='html'>usai mandi, aku kembali ke ruanganku. Cliff membantuku membersihkan luka-luka ku. aku melihat bayangan hitam itu sedang melintas di luar jendela, mengingatkanku akan kejadian di hutan pada beberapa saat yang lalu.&lt;br /&gt;"tunggu, Cliff sedang berada di hadapanku. lalu bayangan hitam itu..." batinku.&lt;br /&gt;"Cliff, siapa itu?" tanyaku pada Cliff.&lt;br /&gt;Cliff dengan sergap membalikkan badan dan melihat ke arah jendela yang ada di belakangnya, dan bayangan hitam itu hilang dalam sekejap. ia melihatku kebingungan.&lt;br /&gt;"tidak ada apa-apa disana.. itu hanya halusinasimu saja, mungkin kau terlalu lelah, sebaiknya kau istirahat," nasihat Cliff.&lt;br /&gt;"t-t-ta.."&lt;br /&gt;"sudahlah.." sela Cliff.&lt;br /&gt;aku berbaring dan Cliff keluar dari ruanganku.&lt;br /&gt;kembali aku melihat ke arah jendela dari tempat tidurku. tidak ada yang begitu istimewa, hanya saja awan kelam yang menyelimuti seluruh hutan kini telah pudar menjadi cerah.&lt;br /&gt;aku berjalan menuju jendela seperti yang kulakukan untuk pertama kalinya, aku membuka jendela itu, namun aku tak lagi berteriak.&lt;br /&gt;aku melihat pemandangan, dan bayangan hitam itu terlihat sedang melompat-lompat dari pohon satu ke pohon lainnya.&lt;br /&gt;"makhluk itu.." kataku pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku merasakan serangan jantung yang sangat menyakitkan, aku membuka laci meja di kamarku, aku menemukan gunting dan entah apa yang ada di pikiranku, tiba-tiba tanganku mengambilnya cepat tanpa alasan yang jelas. aku membalikkan badan dan..&lt;br /&gt;BRAKKK! aku menabrak sosok berjubah hitam itu dan terjatuh.&lt;br /&gt;"ouch!" kataku.&lt;br /&gt;sosok itu memberiku tangannya, dan membantuku berdiri. aku mengambil tangannya dan berdiri tanpa memandang wajahnya.&lt;br /&gt;"thank.." kataku terhenti seraya melihat wajahnya.&lt;br /&gt;"w-w-what?!"&lt;br /&gt;serangan jantungku berhenti seketika. jadi ini rupanya penyebab utama dari detak jantungku yang tak menentu.&lt;br /&gt;"Gee?"&lt;br /&gt;ia hanya tersenyum lantas tertawa. aku memandangnya bingung.&lt;br /&gt;"hey, dude, stop it." kata Gee.&lt;br /&gt;suara lembut itu benar-benar membuat hatiku sejuk, seakan aku benar-benar merindukannya.&lt;br /&gt;"Gee!! where have you been?" aku menangis memeluknya.&lt;br /&gt;"hahaha, salah! kau kemana saja? kenapa dirimu memilih untuk kabur? jangan-jangan dirimu memang sengaja meninggalkanku ya?" katanya.&lt;br /&gt;"ah kau ini bisa saja!" aku menjitak kepala Gee.&lt;br /&gt;"Ouch!" teriak Gee dan membalasku.&lt;br /&gt;"hey!" aku membalasnya dan kami tertawa lepas di dalam kamar.&lt;br /&gt;rupanya kegaduhan kami mengundang perhatian Cliff. seketika ia datang dari arah kamarnya dan kami semua terdiam.&lt;br /&gt;"s-s-siapa itu, Zy?" tanya Cliff.&lt;br /&gt;tak seperti biasa, Cliff memandangnya seperti ia memandang dengan pandangan yang berbeda.&lt;br /&gt;"oh.. kenalkan, ini Gee, dan Gee, ini Cliff."&lt;br /&gt;kami saling memandang. suasana berubah menjadi sunyi.&lt;br /&gt;"hahaha!" aku tertawa.&lt;br /&gt;semua memandangku keheranan. tak lama, Gee pun tertawa. kami semua tertawa tanpa sebab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-6224772037770532128?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/6224772037770532128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-18.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/6224772037770532128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/6224772037770532128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-18.html' title='Chapter 18'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-8477838940120684545</id><published>2011-05-18T21:54:00.003+07:00</published><updated>2011-05-20T22:08:40.476+07:00</updated><title type='text'>chapter 17</title><content type='html'>sampailah aku di depan koridor menuju kamarku.&lt;br /&gt;"Alex, terima kasih," kataku.&lt;br /&gt;Alex hanya tersenyum, membalikkan badan dan pergi.&lt;br /&gt;aku masuk ke dalam ruanganku dan aku melihat Cliff di depan pintu.&lt;br /&gt;"mau kemana kau Cliff?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Izzy!" kata Cliff dan ia memelukku erat.&lt;br /&gt;"apa-apaan ini?" kataku sambil mendorongnya.&lt;br /&gt;"ada apa? kenapa kau ini?" Cliff kembali bertanya padaku.&lt;br /&gt;"kenapa?! dengan mudahnya kau bilang seperti itu? sebenarnya apa ini? kenapa kau membawaku masuk jauh kedalam hutan dan meninggalkanku, dan membiarkanku terkena jebakan dan kau mengabaikannya begitu saja?!" aku membentak.&lt;br /&gt;"Izzy! Izzy!" ia menghapus air mataku.&lt;br /&gt;"hentikan Cliff! aku muak!" aku membentak.&lt;br /&gt;Cliff menarik tanganku.&lt;br /&gt;"Tunggu, kau bilang, aku membawamu ke dalam hutan dan membiarkanmu seperti ini? tidak mungkin! semenjak suara desis itu muncul, dirimu menghilang dan aku tak dapat menemukanmu dimanapun. bagaimana kau bisa menuduhku menyeretmu?" jelas Cliff.&lt;br /&gt;aku diam tertegun. lalu siapa makhluk itu? tanyaku dalam hati.&lt;br /&gt;"ah, sudahlah lupakan! aku mau mandi saja!" kataku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-8477838940120684545?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/8477838940120684545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-17.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8477838940120684545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8477838940120684545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-17.html' title='chapter 17'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-8872516994446491356</id><published>2011-05-18T20:52:00.003+07:00</published><updated>2011-05-18T21:45:51.162+07:00</updated><title type='text'>Chapter 16</title><content type='html'>aku membuka mataku dan merasa diriku begitu lemah, pakaian yang ku kenakan sangat lusuh dan penuh bekas cabikan. aku berusaha berdiri, namun aku merasakan perih yang amat sangat. terdapat 3 goresan tipis dan dalam di kaki kiri dan wajahku.&lt;br /&gt;"ouch!" teriakku seketika.&lt;br /&gt;kepalaku terasa berat. aku bersandar pada pohon. aku merasa ada sesuatu yang mengintaiku, tapi aku tak mengerti apa dan siapa.&lt;br /&gt;perasaanku teraduk-aduk dan semakin jadi ketika prasangkaku terbukti dengan adanya mata-mata merah yang bersembunyi diantara pepohonan.&lt;br /&gt;"werewolf...." kataku terkejut menyadarinya.&lt;br /&gt;aku ketakukan dan berlari tanpa menghiraukan betapa sakitnya tubuh ini. buruknya, mereka melihatku semakin tajam dan keluar untuk mengejarku.&lt;br /&gt;mereka mengejarku, semakin dekat dan dekat, aku tersandung akar pohon dan terjatuh.&lt;br /&gt;mereka hampir meraihku dan aku mengeluarkan kekuatanku semampu yang aku bisa, dan terus merayap menghindar darinya.&lt;br /&gt;"AAA!!!" teriakku.&lt;br /&gt;lalu sosok tinggi besar muncul di depanku dan melindungiku. ia membentangkan tangannya dan semua werewolf itu tersapu dari hadapanku.&lt;br /&gt;aku terpana melihatnya. ia membalikkan badan.&lt;br /&gt;"A-Alex?" kataku.&lt;br /&gt;"sudah kubilang, berhati-hatilah kau disini.. ini tempat berbahaya. ayo ikut aku pulang." kata Alex sambil mengangkatku dan membawaku kembali ke camp.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-8872516994446491356?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/8872516994446491356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-16.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8872516994446491356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8872516994446491356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-16.html' title='Chapter 16'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-1704280793890460871</id><published>2011-05-18T18:56:00.003+07:00</published><updated>2011-05-18T20:47:39.937+07:00</updated><title type='text'>Chapter 15</title><content type='html'>ia terus berlari melompat ke arah yang tak tentu, menghindar dari sesuatu.&lt;br /&gt;"Cliff, apa yang kau lakukan?" tanyaku.&lt;br /&gt;ia terus diam dan berlari menjauh dan semakin jauh, menghilang kedalam hutan.&lt;br /&gt;"hey, hey!!! tunggu! hentikan!" kataku merengek.&lt;br /&gt;ia tidak mempedulikanku, ia terus berlari menjauh semampunya dan meletakkanku di atas sisa pohon yang tak habis ditebang, meninggalkanku dan terus berlari.&lt;br /&gt;"hey, Cliff! tunggu! apa kau gila meninggalkanku disini?!" teriakku.&lt;br /&gt;ia berlari semakin jauh dan menghilang.&lt;br /&gt;"Hey!" aku berusaha berteriak.&lt;br /&gt;"bodoh, mungkin dia tak dapat mendengarku. apa yang sebenarnya terjadi? dimana aku?" gumamku.&lt;br /&gt;aku melangkahkan kakiku, dan..&lt;br /&gt;"WHOAAA!"&lt;br /&gt;aku seakan masuk dalam perangkap. kakiku tergantung diatas, aku mendengar suara desis dan melihat bayangan seperti gumpalan asap yang sangat mengerikan datang kearahku secara tiba-tiba. gumpalan asap itu memasuki tubuhku melalui alat indraku.&lt;br /&gt;aku berusaha berteriak, namun tak bisa. aku hanya dapat menahan sakit yang luar biasa, seakan gumpalan asap itu mencabikku dari dalam.&lt;br /&gt;tak lama, aku pun tak sadarkan diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-1704280793890460871?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/1704280793890460871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-15.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/1704280793890460871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/1704280793890460871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-15.html' title='Chapter 15'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-182122012126827070</id><published>2011-05-18T18:24:00.002+07:00</published><updated>2011-05-18T18:56:44.767+07:00</updated><title type='text'>Chapter 14</title><content type='html'>"s-s-sebenarnya siapa kau ini?"&lt;br /&gt;Cliff hanya tersenyum dan suara desis-pun terdengar. burung-burung berterbangan seakan mereka ketakutan. aku terdiam dan waspada melihat ke arah sekeliling, begitu pula dengan Cliff.&lt;br /&gt;"a-a-ada apa ini?" tanyaku.&lt;br /&gt;aku mulai merinding dibuatnya. keadaan menjadi dingin seketika, suasana menjadi sangat kelam, hampir tak satupun terlihat.&lt;br /&gt;"Cliff?" aku meraba tempat dimana Cliff duduk.&lt;br /&gt;"Cliff, kau dimana?"&lt;br /&gt;aku meraba lantai kayu rumah pohon itu.&lt;br /&gt;"Cliff? jangan bercanda.. ini tidak lucu," kataku benar-benar ketakutan.&lt;br /&gt;"Cliff......" sekali lagi aku memanggilnya dan mencoba meraih sesuatu, tetapi aku tak mendapatkan apapun.&lt;br /&gt;aku membungkuk dan berjalan merangkak, meraba lantai rumah pohon itu ke segala arah, tanganku masuk jauh kedalam hampa dan aku sadar aku tengah jatuh dari rumah pohon itu.&lt;br /&gt;aku berteriak, namun tak sedikitpun suara muncul dari tenggorokanku. aku merasa bisu hingga datang makhluk yang tak ku ketahui bentuknya menyeretku sebelum aku menyentuh tanah.&lt;br /&gt;"Cliff? kau kah itu?" tanyaku setengah sadar seakan tak percaya aku masih hidup.&lt;br /&gt;ia hanya diam dan aku tak tahu kemana ia membawaku pergi. secepat kilat ia melompat dari pohon satu ke pohon lainnya. aku diam dan tersenyum.&lt;br /&gt;aku berfikir sejenak, sebenarnya apa yang terjadi? tapi aku tak begitu menggubris hal itu, mungkin ini hanya pikiranku saja yang masih belum mengerti tentang dunia baru, dunia dimana aku seharusnya berada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-182122012126827070?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/182122012126827070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-14.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/182122012126827070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/182122012126827070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/05/chapter-14.html' title='Chapter 14'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-3576547328138714601</id><published>2011-04-24T08:04:00.003+07:00</published><updated>2011-05-21T08:59:56.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 13</title><content type='html'>dibalik pintu, suasana berubah begitu drastis. keramaian lenyap seketika.&lt;br /&gt;kami berada di sebuah rumah kumuh tak bertuan. tak ada penerangan apapun disini.&lt;br /&gt;Cliff menarik tanganku keluar dari ruangan itu.&lt;br /&gt;kami berjalan jauh masuk ke dalam hutan, dan aku mulai merasa hilang, namun entahlah dengan Cliff.&lt;br /&gt;"kita mau kemana?" tanyaku.&lt;br /&gt;Cliff diam dan terus berjalan sambil melihat ke arah rumah pohon yang kulihat dari kamarku.&lt;br /&gt;kami menaiki tangga yang terbuat dari potongan kayu yang dipaku di batang pohon yang memiliki diameter dan tinggi dalam ukuran yang sangat besar. bahkan rumah pohon yang cukup memuat beberapa orang sekaligus itu terlihat kecil seperti rumah burung dara yang sengaja diletakkan diatas pohon.&lt;br /&gt;"akhirnya sampai juga." kataku terengah-engah.&lt;br /&gt;"bagaimana pemandangan disini?" tanya Cliff.&lt;br /&gt;aku mengangguk dan tersenyum.&lt;br /&gt;"ini adalah rumah pohon yang kulihat dari kamarku," kataku sambil menunjuk ke arah yang tak jelas.&lt;br /&gt;"hey! tunggu, dimana kamarku?!" kataku kebingungan.&lt;br /&gt;"hahahaha!" Cliff tertawa.&lt;br /&gt;aku masih kebingungan.&lt;br /&gt;"tentu saja tidak ada.. tempat yang kita tinggali itu tidak bisa dilihat dengan kasat mata oleh manusia biasa. dan dengan keluarnya kita dari tempat itu, kita kembali menjadi manusia biasa." katanya Cliff.&lt;br /&gt;"oh.. aku mengerti sekarang.."&lt;br /&gt;aku terdiam sejenak dan..&lt;br /&gt;"tunggu, katamu, kita menjadi manusia biasa diluar sini, lalu, mengapa aku tetap bisa mengeluarkan kekuatan supranaturalku diluar sini?"&lt;br /&gt;"oh ya? coba saja.." kata Cliff menantang.&lt;br /&gt;aku mencoba mengeluarkan kekuatan supranaturalku dan tidak berhasil.&lt;br /&gt;"see?" kata Cliff.&lt;br /&gt;"t-t-tapi!" kataku berusaha mengelak.&lt;br /&gt;"tapi apa? sudah jelas kan? haha. apa? tidak? tepat sekali. sebenarnya kekuatan itu akan keluar dengan sendirinya jika kita benar-benar dalam keadaan terdesak." kata Cliff.&lt;br /&gt;"oh.. i see." kataku.&lt;br /&gt;kami menghabiskan waktu dengan berdiam diri.&lt;br /&gt;dan tak lama, aku mulai bertanya untuk menghilangkan ketenangan ini.&lt;br /&gt;"mmm... Cliff?"&lt;br /&gt;"ya?"&lt;br /&gt;"sebenarnya, soal di kamarmu tadi.."&lt;br /&gt;"oh, tidak apa apa.."&lt;br /&gt;"maaf sebelumnya, tapi kalau boleh tau, sebenarnya siapa gadis kecil yang bersamamu itu?" tanyaku.&lt;br /&gt;Cliff terdiam dan hanya memandang langit cerah dengan bintang-bintang yang terlihat jelas.&lt;br /&gt;aku hanya diam menunduk.&lt;br /&gt;"foto ini kah?" kata Cliff sambil mengeluarkan foto yang hampir ku ambil dari mejanya.&lt;br /&gt;"iya, boleh kulihat?" kataku.&lt;br /&gt;Cliff memberikanya begitu saja.&lt;br /&gt;difoto itu Cliff mungil terlihat sangat lucu. dan gadis kecil yang bersamanya..&lt;br /&gt;terlihat seperti diriku.&lt;br /&gt;aku benar-benar terkejut.&lt;br /&gt;seketika aku mengeluarkan foto masa kecilku dengan Dafty dan mencocokkannya.&lt;br /&gt;"a-ap-ap" kataku sambil terheran-heran.&lt;br /&gt;"apa ini aku?" tanyaku pada Cliff.&lt;br /&gt;"ya, tentu saja. kenapa? apa kau tidak ingat?" Cliff bertanya kembali.&lt;br /&gt;aku hanya melihatnya terkejut.&lt;br /&gt;"siapa kau ini?" tanyaku.&lt;br /&gt;"siapa aku?" tanya Cliff dengan penuh keheranan.&lt;br /&gt;dia memegang tanganku dan melihat ke arahku.&lt;br /&gt;aku hanya terdiam melihatnya. ia menoleh ke arahku dan mendekat.&lt;br /&gt;begitu dekat dan aku baru merasakan tubuhnya yang bergetar. jantungku pun berdetak kencang. ia semakin mendekat dan aku dapat merasakan nafasnya pelan yang berhembus di bibirku.&lt;br /&gt;seketia ia mencium dahiku dan memelukku.&lt;br /&gt;"aku tidak bisa melakukan ini" kata Cliff.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-3576547328138714601?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/3576547328138714601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-13.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/3576547328138714601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/3576547328138714601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-13.html' title='The Occulties: Chapter 13'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-128212134075758131</id><published>2011-04-22T21:14:00.004+07:00</published><updated>2011-04-24T08:03:28.957+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 12</title><content type='html'>"eh, Cliff! hihi" kataku tersipu malu.&lt;br /&gt;dia hanya melihatku dan tersenyum.&lt;br /&gt;"apa yang kau lakukan disini?" tanya nya.&lt;br /&gt;"eng.. err.."&lt;br /&gt;"hmm?"&lt;br /&gt;"tadi aku memikirkanmu dan aku kesini, dan ternyata dirimu tidak ada.." kataku.&lt;br /&gt;"hahaha," Cliff tertawa.&lt;br /&gt;"kenapa dirimu selalu menertawakanku?" tanyaku jengkel.&lt;br /&gt;dia tak membalasku dan terus tertawa.&lt;br /&gt;"sudah, sebaiknya kau tidur sana.." katanya.&lt;br /&gt;"tidak, aku tidak mengantuk!"&lt;br /&gt;"oh ya?" tanya Cliff.&lt;br /&gt;"yeah."&lt;br /&gt;"mmm... baiklah, apa kau ingin pergi keluar?" tanya Cliff lagi.&lt;br /&gt;"keluar? boleh.."&lt;br /&gt;"baik, sekarang keluarlah, aku akan berganti pakaian dan setelah itu kita pergi."&lt;br /&gt;aku keluar. baru saja menutup pintu, Cliff sudah membuka pintu.&lt;br /&gt;ia mengenakan celana jeans, kaos biru tua dan jaket putih.&lt;br /&gt;"cepat sekali?!!" kataku.&lt;br /&gt;"sighs..ayo!" katanya sambil menarik tanganku.&lt;br /&gt;"kenapa terburu-buru?" tanyaku.&lt;br /&gt;Cliff terus memegang tanganku erat dan membawaku keluar menuju koridor utama.&lt;br /&gt;Cliff mengetuk dinding dan kami ke tempat dimana aku menginjakkan kakiku, dan menuju pintu dimana Occulty yang menendang tasku keluar. ingatanku terasa begitu jelas, dan asap hitam muncul seketika.&lt;br /&gt;Cliff memandang ke arahku sekejap, dan aku melihatnya. asap hitam itu pun menghilang begitu saja. Cliff tetap menarik tanganku seperti ia tak peduli dengan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;kita sampai, Cliff membuka pintu yang menuju ruangan megah yang tak kalah besar dengan ruangan tadi. disini terdapat satu tangga utama yang juga besar terdapat karpet merah diatasnya menuju tempat keluar.&lt;br /&gt;"wow!" kataku.&lt;br /&gt;disana terdapat banyak Occulties bermain-main, seakan mereka dapat berkeliaran dengan bebasnya.&lt;br /&gt;aku dan Cliff berjalan menuju tangga dan keluar melalui pintu yang berada di ujung tangga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-128212134075758131?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/128212134075758131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-12.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/128212134075758131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/128212134075758131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-12.html' title='The Occulties: Chapter 12'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-5911006247350879692</id><published>2011-04-22T19:40:00.003+07:00</published><updated>2011-04-22T21:09:58.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 11</title><content type='html'>makan malam usai. kami memutuskan untuk kembali ke ruangan kami.&lt;br /&gt;"terima kasih, Anna. masakanmu enak sekali.." kataku.&lt;br /&gt;"terima kasih banyak nona, atas pujiannya. tidak perlu berterima kasih, itu sudah kewajibanku memasak untuk kalian disini.." katanya sambil tersenyum. matanya membentuk bulan sabit dan wajah keriputnya menunjukkan betapa ramahnya orang ini.&lt;br /&gt;"Cliff, ayo kita kembali," kataku.&lt;br /&gt;dan kita berjalan menuju koridor, dan bertemu dengan seorang Occulty lain.&lt;br /&gt;"Hey!" kata Cliff.&lt;br /&gt;dia hanya tersenyum. begitu pula aku.&lt;br /&gt;"siapa dia, Cliff? darimana ia berasal?" tanyaku.&lt;br /&gt;"itu Josh, dia juga tinggal disini.."&lt;br /&gt;"benarkah? di sebelah kamarku?"&lt;br /&gt;"bukan, di ruangan lain, mari kuantarkan.." Cliff mengarahkanku pada koridor yang bukan menuju ruangan kami.&lt;br /&gt;di ujung koridor lagi kita terhenti.&lt;br /&gt;"disini.." Cliff membuka pintu yang sama dengan pintu menuju ruangan kami.&lt;br /&gt;ketika aku masuk, aku melihat 9 Occulties lain. ada yang sedang bermain-main, ada yang membaca buku, melayang, bermain musik, herannya tak satupun dari mereka membuat kegaduhan. semua berjalan begitu tenang hanya dengan sedikit suara, yaitu suara piano.&lt;br /&gt;"hey!" kata Cliff menyapa semua Occulties.&lt;br /&gt;seketika semua melihat ke arah kami dan tersenyum. semua nampak begitu ramah.&lt;br /&gt;"hey Cliff, who is this?" kata salah satu dari mereka yang memainkan piano.&lt;br /&gt;"Oh, let me introduce her.. this is Izzy. and, Izzy, here's Sarah." kata Cliff.&lt;br /&gt;Sarah nampak begitu cantik, rambutnya lurus rapi, menggunakan kacamata dan pandai memainkan piano. dia terlihat sangatlah pintar.&lt;br /&gt;setelah bersenda gurau di ruangan itu, kami memutuskan untuk kembali.&lt;br /&gt;"baik, sarah dan yang lainnya, kami akan kembali ke ruangan kami. sampai jumpa besok.." kata Cliff.&lt;br /&gt;dan kami kembali ke ruangan kami. sesampainya disana,&lt;br /&gt;"baiklah Izzy, sampai disini.. aku rasa, kau tahu cara membukanya bukan?" tanya Cliff.&lt;br /&gt;aku mengangguk dan mencoba membukanya sendiri. pintu pun terbuka, dan aku masuk ke dalam.&lt;br /&gt;aku melihat Cliff yang masih berada di depan pintuku.&lt;br /&gt;"sana, kembalilah ke kamarmu, beristirahatlah Cliff.." kataku sambil tersenyum..&lt;br /&gt;Cliff melemparkan senyum yang manis dan berkata,&lt;br /&gt;"mmm.. okay.."&lt;br /&gt;"bye.." kataku sambil melihatnya pergi.&lt;br /&gt;aku menutup pintu kamarku dan bersandar di balik pintu.&lt;br /&gt;"oh my gosh!" hanya itu yang ku ungkapkan karena aku begitu senang hari itu.&lt;br /&gt;aku berbaring di kasurku, dan entah kenapa aku masih saja memikirkan Cliff.&lt;br /&gt;aku berdiri dari tempat tidurku dan mengetuk dinding dimana Cliff membuka pintu penghubung rahasia diantara ruangan kami.&lt;br /&gt;"Cliff?" aku terus mengetuk dinding itu.&lt;br /&gt;aku mencoba untuk membuka pintu rahasia itu dengan cara yang sama ketika aku membuka pintu utama kamarku. dan pintu itu berhasil dibuka.&lt;br /&gt;"Cliff?" kataku pelan sambil membuka pintu.&lt;br /&gt;aku tak melihat ada Cliff di kasur, di sofa atau di sudut manapun di ruangannya.&lt;br /&gt;aku berjalan ke arah meja di dekat kasurnya, dan aku melihat ada beberapa lembar foto. di salah satu foto itu terdapat foto kecil Cliff bersama seorang anak.&lt;br /&gt;ketika aku mengambil foto itu, Cliff datang secara tiba-tiba dan megejutkanku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-5911006247350879692?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/5911006247350879692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-11.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/5911006247350879692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/5911006247350879692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-11.html' title='The Occulties: Chapter 11'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-432759168537464531</id><published>2011-04-22T15:08:00.003+07:00</published><updated>2011-04-22T15:47:49.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 10</title><content type='html'>aku mencoba membuka mata, semua nampak begitu buram dan menyilaukan.&lt;br /&gt;"sudah sadar rupanya?" tanya Cliff.&lt;br /&gt;aku memegang kepalaku dan mengangguk setengah sadar.&lt;br /&gt;"ini.." Cliff memberiku secangkir minuman.&lt;br /&gt;"BRRRRT!" aku menyemburkan minuman itu.&lt;br /&gt;"hahaha! bagaimana? apa kau benar-benar sudah sadar sekarang? hahaha!" tawa Cliff.&lt;br /&gt;"yaiks! pahit sekali," kataku dengan wajah muram.&lt;br /&gt;"ini.. kuambilkan kau madu untuk menetralisirnya.. setelah itu kau makan ya.." kata Cliff.&lt;br /&gt;aku mengangguk. aku melihat sekitar dan bertanya,&lt;br /&gt;"Cliff, apakah ini ruang makannya?"&lt;br /&gt;"Yep." kata Cliff.&lt;br /&gt;ruang makan sederhana namun cantik, dan tentu saja tetap mengagumkan. meja makan pasir, namun tak berdebu. begitu pula dinding dindingnya.&lt;br /&gt;"oh ya, kenalkan, ini Anna, dia yang memasak untuk kita semua disini.."&lt;br /&gt;"hello, Anna. I'm Izzy.." kataku sambil menjabat tangan Anna.&lt;br /&gt;"Nona Izzy, sungguh sebuah kehormatan luar biasa, tidak ada yang mau bersalaman dengan Anna sebelumnya, selain Tuan Cliff." katanya sambil mengulurkan tangan yang kehilangan jari telunjuknya karena kecelakaan saat memasak.&lt;br /&gt;"ini nona.. silahkan.." ia memberikan makan malamku.&lt;br /&gt;"oh, tunggu, panggil saja Izzy."&lt;br /&gt;"tapi.."&lt;br /&gt;"sudahlah.." kataku memaksa.&lt;br /&gt;"bukan, Izzy. itu karena ia tidak diperbolehkan oleh Alex memanggil nama secara langsung, karena itu sangat tidak menghargai tamu. biarkan saja, jika kau membangkang, Alex murka, dan dia bisa dikeluarkan dari sini.." kata Cliff.&lt;br /&gt;aku mengerti sekarang..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-432759168537464531?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/432759168537464531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-10.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/432759168537464531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/432759168537464531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-10.html' title='The Occulties: Chapter 10'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-8733928618967474467</id><published>2011-04-22T13:50:00.004+07:00</published><updated>2011-05-21T08:49:00.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 9</title><content type='html'>entah mengapa aku terhanyut dan tersenyum seketika. seakan amarahku benar-benar hilang tak berbekas.&lt;br /&gt;"nah.. begitu lebih baik." kata Cliff melihatku dari cermin. aku tertawa, begitu pula Cliff.&lt;br /&gt;hari semakin malam, entah apa yang kubicarakan dengan Cliff terasa begitu menyenangkan. kami tertawa, dan tiba tiba perutku berbunyi, dan aku terdiam.&lt;br /&gt;Cliff menertawakanku lebih keras lagi.&lt;br /&gt;"hahaha! dirimu lapar ya?" katanya sambil mengacak-acak rambutku.&lt;br /&gt;"heehee.." kataku sambil tertawa tersipu malu.&lt;br /&gt;"haha, ayo ayo mari kita makan.." kata Cliff sambil menarik tanganku.&lt;br /&gt;aku terkejut dan spontan menarik tanganku. Cliff melihat ke arahku dan terdiam. keadaan hening seketika.&lt;br /&gt;"m-m-maaf.." kata Cliff.&lt;br /&gt;aku hanya diam dan menunduk.&lt;br /&gt;"baik, ayo ikut aku.." kata Cliff sambil berjalan menunduk.&lt;br /&gt;Cliff menggoreskan jarinya di dinding, dan dinding koridor pun mengeluarkan cahaya biru yang sungguh indah. dia berjalan keluar dengan sangat cepat, sehingga aku harus berlari untuk mengejarnya.&lt;br /&gt;"Hey Cliff, jangan terlalu cepat!" kataku. akupun tersandung dan terjatuh.&lt;br /&gt;Cliff dengan cepat menghampiriku.&lt;br /&gt;"IZZY!! apa kau tidak apa apa?" tanya nya sambil memeriksa apakah aku terluka atau tidak.&lt;br /&gt;aku hanya melihat wajahnya dengan penuh keheranan. dia menatapku. keadaan kembali sunyi. sekali lagi, dia benar-benar membuatku lupa akan semuanya.&lt;br /&gt;"hahaha.. hey, apa yang kau lihat, ha?" tanya Cliff dengan gelak tawa.&lt;br /&gt;dia mengacak-acak lagi rambutku dan memberikan tangannya untuk membantuku berdiri.&lt;br /&gt;aku hanya melihatnya terpesona.&lt;br /&gt;"kau ini lama sekali.." dia segera mengangkatku dan menggendongku di punggungnya.&lt;br /&gt;"ternyata dirimu berat juga ya.." katanya.&lt;br /&gt;"kalau begitu turunkan aku!" kataku sambil meronta-ronta.&lt;br /&gt;"tidak." kata Cliff.&lt;br /&gt;"ugh! rasakan!" kataku sambil memukulinya dengan penuh canda.&lt;br /&gt;"hanya itu? tidak ada apa-apanya.. hahahaha!" kata Cliff.&lt;br /&gt;"begitu rupanya? rasakan ini!" aku menggelitiknya.&lt;br /&gt;"eits! eits! hentikan! hentikan sebelum aku menjatuhkanmu!"&lt;br /&gt;aku terus menggelitiknya hingga dia tak kuasa menahannya. Cliff benar-benar menjatuhkanku.&lt;br /&gt;"ouch!" aku spontan kesakitan.&lt;br /&gt;"sudah kubilang apa? sekarang salah siapa dirimu jatuh? ha?" kata Cliff.&lt;br /&gt;aku diam dan menunduk menangis.&lt;br /&gt;"eh, nangis?" tanya Cliff. dia duduk dan merangkulku.&lt;br /&gt;"hey hey, sudahlah.. cengeng sekali dirimu ini.."&lt;br /&gt;namun aku tetap tidak terpengaruh olehnya.&lt;br /&gt;"Izzy, come on.. it's not even funny.. i'm sorry.." kata Cliff dengan nada penuh penyesalan.&lt;br /&gt;aku terbangun dan menertawainya,&lt;br /&gt;"haha! kena kan! hahaha!" tawaku.&lt;br /&gt;"oh, bales dendam? ya udah.. jalan sendiri sana." kata Cliff sambil memadamkan cahaya biru di sela bata-bata tersebut, dan koridor pun benar benar gelap tanpa ada penerangan sedikitpun.&lt;br /&gt;aku berdiri dan mencoba meraba jalan.&lt;br /&gt;"Cliff! Cliff! get back! where are you?" kataku.&lt;br /&gt;suasana berubah menjadi dingin dan mencekam. suara mendesis pun kembali terdengar.&lt;br /&gt;semakin jelas, semakin dekat, dan aku merasakan sesuatu menyentuhku dari belakang.&lt;br /&gt;"AAAA!!!" teriakku.&lt;br /&gt;namun bayangan itu menutup mulutku dan membawaku pergi entah kemana.&lt;br /&gt;aku meronta-ronta. aku terus berusaha berteriak, tetapi tangan itu semakin menutup mulutku rapat. aku mencoba melawannya dengan menggigit tangannya.&lt;br /&gt;dia seketika berteriak,&lt;br /&gt;"OUCH!! cukup, hentikan!"&lt;br /&gt;ia menyalakan obor di dinding koridor. aku melihat ke arahnya dan dia tertawa.&lt;br /&gt;"oh Cliff!!" teriakku.&lt;br /&gt;secara spontan aku memeluknya. Cliff pun terdiam. aku merasa jantungku berdegup kencang, seakan aku takut kehilangannya.&lt;br /&gt;aku dapat merasakan jantung Cliff juga berdetak begitu cepat, aku dapat mendengarnya secara langsung. dia memelukku begitu erat, dan aku tak lagi merasakan sesuatu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-8733928618967474467?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/8733928618967474467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-9.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8733928618967474467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8733928618967474467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-9.html' title='The Occulties: Chapter 9'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-2435883583921680016</id><published>2011-04-22T12:37:00.004+07:00</published><updated>2011-05-21T08:45:26.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 8</title><content type='html'>aku melihat-lihat ruangan baruku, disini terdapat kasur, sofa, lemari yang besar dan meja belajar. tak mewah memang, bahkan terlihat begitu sedarhana dan tua.&lt;br /&gt;"setidaknya ini jauh lebih baik dari rumahku.." kataku sambil melepaskan mantel dan merebahkan tubuh mungilku di kasur.&lt;br /&gt;aku melihat langit-langit dan aku baru menyadari, tidak ada lampu di ruangan itu. tapi ruangan itu terasa begitu terang adanya.&lt;br /&gt;aku juga melihat ke arah jendela. pemandangan pepohonan menggugahku untuk menengok keluar. aku berjalan menghampiri jendela dan membukanya. udara yang begitu sejuk terasa begitu merasuk di jiwa.&lt;br /&gt;"WHOOOAAAA WOOOHOOOO!" teriakku dalam kebebasan.&lt;br /&gt;rambutku yang terhembus anginpun seakan ikut mengeluarkan semua kepenatannya.aku puas berteriak dan aku tersenyum bahagia.&lt;br /&gt;saat aku melihat ke arah pepohonan, aku melihat 2 ekor tupai sedang berlari-lari di dahan pohon. mereka berlari menuju rumah pohon di arah jam 2 yang tak seberapa jauh dari jendela kamarku. aku melihat seperti ada yang bergerak di rumah pohon itu.&lt;br /&gt;"hey!" teriakku.&lt;br /&gt;dan sepertinya ia mendengarku. ia berlari begitu cepat, secepat kedipan mata, berpindah-pindah dari pohon satu ke pohon lainnya.&lt;br /&gt;"hey! siapa disana?" teriakku penasaran.&lt;br /&gt;"hey jawab! bisakah kita berkenalan?" teriakku lagi.&lt;br /&gt;"sudahlah, mungkin halusinasiku saja.." gumamku.&lt;br /&gt;tiba-tiba terdengar suara dentaman keras dari dalam kamar. aku membalikkan badan dan melihat lemari yang berada di ujung ruangan bergerak-gerak. aku terkejut dan mencoba untuk tidak takut. semakin kucoba untuk tenang, semakin keras dentaman lemari tersebut. dengan sangat was-was, aku mendekatinya perlahan. aku berjalan dan membukanya. seekor kucing keluar secara tiba-tiba dari lemari itu dan berlari di bawah kakiku, aku terekejut dan terjatuh. aku berlari dan merangkak mengejarnya. ketika aku membalikkan badan, aku dikejutkan oleh Cliff yang secara tiba-tiba berdiri di hadapanku. dan aku ternengah-engah dibuatnya.&lt;br /&gt;"hahahahaha!" tawa Cliff.&lt;br /&gt;aku melihatnya dengan tatapan terkejut dan jengkel.&lt;br /&gt;"ah Cliff kau ini!" kataku sambil mengernyitkan dahi dan memalingkan wajah darinya.&lt;br /&gt;"haha! kau ini lucu sekali!" Cliff terus menertawakanku.&lt;br /&gt;"hmm." kataku sambil melipat tanganku.&lt;br /&gt;"hey, hey, don't cha!" kata Cliff sambil memegang bahuku dan mencoba memalingkan perhatianku. aku membalikkan badan namun tak memalingkan raut wajah cemberutku.&lt;br /&gt;"hey, look at me.." Cliff memegang daguku dan mengarahkannya padanya.&lt;br /&gt;"jangan cemberut, aku bercanda..sudahlah.." katanya dengan suara lembutnya.&lt;br /&gt;dia mengarahkanku pada cermin di lemari.&lt;br /&gt;"lihat dirimu, dahi ini akan cepat keriput jika kau terus cemberut," katanya sambil mengelus dahiku. Cliff menyentuh cermin, dan cermin itu merubah bayangannya, menunjukkan bagaimana jadinya jika wajahku keriput.&lt;br /&gt;"wow," kataku.&lt;br /&gt;"hmm.. ternyata walaupun tua, kau teteap saja lucu.. well, itulah yang terjadi jika kau terus cemberut seperti itu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-2435883583921680016?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/2435883583921680016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-8.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/2435883583921680016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/2435883583921680016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-8.html' title='The Occulties: Chapter 8'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-6622119528859474177</id><published>2011-04-22T10:08:00.004+07:00</published><updated>2011-04-22T13:50:17.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 7</title><content type='html'>Alex berjalan menuju ujung ruangan dan mengetuk dinding. Seketika dinding itu berputar dan membuka sebuah koridor megah dengan karpet merah dan lukisan-lukisan tua raksasa menempel pada dinding.&lt;br /&gt;"wow," kataku spontan.&lt;br /&gt;Pada ujung koridor, Alex dan aku terhenti. Disana terdapat pintu tua yang ukurannya pun tak lebih tinggi dari Alex.&lt;br /&gt;"disini ruanganmu.." katanya.&lt;br /&gt;aku melihat Alex dengan penuh keheranan. apa benar ini ruanganku? nampak begitu suram.&lt;br /&gt;"Masuklah.. tunggu apalagi?"&lt;br /&gt;aku pun melangkahkan kaki ke dalam ruangan tersebut, dan berhenti. sangat gelap. tidak ada penerangan sedikitpun disana. aku merasa ruangan itu benar-benar sempit. aku mencoba meraba sesuatu di depan dan membentangkan tanganku. kedua siku-ku yang menempel pada dinding cukup menjelaskan betapa sempitnya ruangan itu.&lt;br /&gt;Alex berkata dari luar pintu,&lt;br /&gt;"Hal pertama yang harus kau pelajari adalah, bagaimana mengatasi rasa takutmu sendiri,".&lt;br /&gt;Alex menyabut rambut pirangnya dan rambut itu mengeluarkan api layaknya sebuah lilin penerangan. semua mulai terlihat. rupanya ruangan sempit itu adalah sejenis lorong berdinding bata yang menuju ruangan yang sesungguhnya. lorong itupun tak panjang, hanya sekitar 2 meter dari pintu dimana kami berdiri.&lt;br /&gt;Alex meletakkan api kecil tersebut dan WHOOMP!! seketika ruangan itu menjadi sangat terang dan menyilaukan. begitu pula ruangan inti dimana aku akan beristirahat.&lt;br /&gt;"baik, kau sudah melihatnya? sekarang beristirahatlah. Oh ya, dan ini tasmu.."&lt;br /&gt;Alex menyingkir dari pintu, memberi jalan pada tasku yang berjalan ke arahku.&lt;br /&gt;"terima kasih banyak, Alex." kataku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Alex mengernyitkan dahi dan mempersilahkanku. aku memasuki ruangan itu dan tercengang. ruangan itu berbentuk lingkarang, bertingkat dan berujung dengan kubah. aku pikir, ruangan ini terlalu besar untukku seorang diri.&lt;br /&gt;aku mengitari ruangan tersebut, dari lantai dasar, ke lantai dua. ditengah ruangan lantai satu terdapat sofa dan grand piano yang berdebu, di kanan ruangan terdapat pintu yang mengarah ke perpustakaan, dan di kiri ruangan terdapat kamar mandi yang juga besar, serta satu perapian di depanku. di lantai dua aku hanya terdapat satu jendela di tengah ruangan dan 4 rak buku mengitari di setiap sudut. anehnya, aku tak melihat ada kasur di ruangan ini.&lt;br /&gt;"aneh, bagaimana aku tidur?" gumamku.&lt;br /&gt;tiba-tiba terdengar suara orang yang sedang menguap yang entah berasal dari mana. aku terkejut dan bersembunyi di balik sofa. seseorang keluar dari pintu yang muncul begitu saja diantara dua rak terjauh dari tangga. dia berjalan kebawah dan melihatku.&lt;br /&gt;"hey, siapa kau ini?" tanya nya.&lt;br /&gt;"mm.. hey... aku... Izzy.." kataku sambil terpesona melihatnya.&lt;br /&gt;"oh, hai Izzy. jadi, kau adalah anggota baru disini?"&lt;br /&gt;"mm... sepertinya begitu.." kataku.&lt;br /&gt;"okay, welcome here. I'm Cliff. nice to meet you. mari, kuantarkan kau ke ruanganmu.." katanya.&lt;br /&gt;aku hanya mengangguk dan tersipu malu. kita menuju lantai 2 menuju ke sebelah rak yang berada di sebelah kamar milik Cliff.&lt;br /&gt;"disini.." katanya.&lt;br /&gt;ia menggoreskan telunjuknya di dinding secara vertikal membentuk huruf I.&lt;br /&gt;seketika sebuah pintu kayu muncul.&lt;br /&gt;"dan aku rasa kau sudah tau ruanganku disini.." katanya sambil berjalan menuju ruangannya dan membuka pintu dengan menggoreskan tangannya membentuk huruf C.&lt;br /&gt;"see? actually there are many hidden doors in this place. coba masuk ke dalam ruanganmu dan lihat apa yang terjadi.." kata Cliff.&lt;br /&gt;belum selesai aku tercengang, aku sudah dikejutkan dengan kamar yang besar. aku masuk ke dalam ruangan itu dan sebuah pintu muncul dari arah kamar Cliff.&lt;br /&gt;"lihat? haha. ini menyenangkan ketika kau menemukan sebuah jalan rahasia menuju tempat-tempat asing!" kata Cliff kegirangan.&lt;br /&gt;aku hanya tersipu malu dan ikut tertawa akan candanya walaupun tak seberapa lucu.&lt;br /&gt;"baik, aku akan mandi. bersenang-senanglah di ruangan barumu. aku akan kembali untuk mengajarkanmu cara menemukan pintu-pintu rahasia itu," katanya lalu mengedipkan mata.&lt;br /&gt;aku tersenyum melihatnya, di dalam hati aku menjerit,&lt;br /&gt;"AAAAA! Cliff.. you make me meeeelt!!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-6622119528859474177?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/6622119528859474177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-7.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/6622119528859474177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/6622119528859474177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-7.html' title='The Occulties: Chapter 7'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-250380623467635312</id><published>2011-04-20T17:18:00.001+07:00</published><updated>2011-04-20T17:23:17.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 6</title><content type='html'>Alex memanggilku usai berunding dengan 6 Occulties lainnya.&lt;br /&gt;"ayo ikut aku, akan kuantarkan kau ke ruanganmu" katanya.&lt;br /&gt;Aku mengambil tasku dan,&lt;br /&gt;"tunggu, Letakkan saja disitu."&lt;br /&gt;Aku hanya tunduk pada perintahnya.&lt;br /&gt;Satu lagi makhluk kerdil keluar dari pintu di dekat meja bar, dan menendang tasku begitu saja.&lt;br /&gt;"Hey!" teriakku.&lt;br /&gt;Seketika udara di sekitarku berubah menjadi hitam kelam.&lt;br /&gt;"h-hey! apa-apaan ini?! Kenapa ada asap hitam seperti ini?" kataku sambil terbatuk-batuk.&lt;br /&gt;Alex tertawa melihatku.&lt;br /&gt;"kau ini polos dan lugu sekali. Tenanglah.." kata Alex.&lt;br /&gt;Aku mendengarkannya dan pikiranku menjadi tenang seketika. Asap hitam itu pun lenyap dengan sendirinya. dan akupun tercengang.&lt;br /&gt;"lihatlah, tempat ini adalah tempat khusus anti kejahatan. Siapapun yang memiliki pikiran yang buruk, akan mendapatkan hal yang sama yang baru saja kau dapatkan. Tidak hanya itu, semua perasaan dan pikiran akan memiliki warnanya sendiri-sendiri.." jelasnya.&lt;br /&gt;"begitu rupanya.. Tapi sepertinya aku tidak melihat kalian mengeluarkan warna seperti aku?" tanyaku.&lt;br /&gt;"oya? Coba lihat ini."&lt;br /&gt;Alex mengambil kertas putih dan menempelkannya pada bahu salah satu Occulties yang duduk disebelahnya. Warna violet terlihat begitu tipis di kertas itu.&lt;br /&gt;"lihat? Mereka juga mengeluarkan warna, bukan? Hanya saja tidak pekat. Itu semua tergantung kepribadian dan seberapa kuat pikiran dan perasaannya," jelasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-250380623467635312?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/250380623467635312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-6.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/250380623467635312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/250380623467635312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-6.html' title='The Occulties: Chapter 6'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-1253670687661208411</id><published>2011-04-20T17:15:00.001+07:00</published><updated>2011-04-22T13:49:51.590+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 5</title><content type='html'>Sesampainya dibawah, ada beberapa orang yang sama sepertinya, kerdil namun rupawan.&lt;br /&gt;"wow! tempat apa ini? Apakah ini bar? Oh, tunggu siapa dirimu ini?"&lt;br /&gt;"oh, maafkan aku Izzy, aku Alex, pemilik dari rumah ini." terangnya.&lt;br /&gt;"ini rumah? wow.."&lt;br /&gt;Aku berjalan mengitari ruangan yang luasnya kira kira 2 kali lapangan football.&lt;br /&gt;"aku rasa tempat ini terlalu besar untuk kalian.." kataku asal.&lt;br /&gt;"oh ya?" kata salah satu orang yang duduk di deretan meja bar. Ia meniup ibu jari tangannya dan tumbuh menjadi tinggi layaknya ukuran manusia pada umumnya. semua pun mengikuti. Aku tercengang melihatnya.&lt;br /&gt;"b-b-bagaimana kalian melakukannya? Dan kenapa kalian merubah bentuk kalian seperti itu?"&lt;br /&gt;"mudah saja, kita para Occulties berbeda dengan Laggard. Kita bisa jadi apapun yang kita inginkan." terang salah satu dari mereka.&lt;br /&gt;"Occulties? Laggard?" tanyaku.&lt;br /&gt;"ya. Occulties adalah makhluk sejenis kita," kata Alex.&lt;br /&gt;"kita?" kataku kebingungan.&lt;br /&gt;Alex tersenyum dan menunjuk sebuah tanda yang ada di leherku.&lt;br /&gt;"aneh.. Aku memiliki tanda ini sejak kecil, begitu juga Dafty. semua orang mengira ini tatto, begitu pula aku.." kataku.&lt;br /&gt;Alex terdiam sejenak dan melihat ke arahku.&lt;br /&gt;"rupanya kau sendiri tidak tahu?",&lt;br /&gt;Aku hanya menggelengkan kepala. semua orang di ruangan itu pun menatapku keheranan.&lt;br /&gt;"baiklah, kalau begitu, tetaplah disini. Kita perlu melakukan beberapa pengarahan terhadapmu sebelum kau benar benar aman untuk berada di dunia luar.."&lt;br /&gt;Aku mengangguk dan terdiam. Aneh, apa yang mereka bicarakan? Mereka bilang, aku bisa jadi apapun yang aku mau, lantas kenapa mereka berkata seperti itu? seakan-akan diluar sana ada sesuatu yang sangat mengerikan. Apa yang sebenarnya terjadi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-1253670687661208411?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/1253670687661208411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-5.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/1253670687661208411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/1253670687661208411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-5.html' title='The Occulties: Chapter 5'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-8920777519170282927</id><published>2011-04-20T17:13:00.000+07:00</published><updated>2011-04-20T17:15:07.052+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 4</title><content type='html'>"hey, hey bangun.."&lt;br /&gt;Kata seseorang berusaha membangunkanku.&lt;br /&gt;Aku pun membuka mataku perlahan.&lt;br /&gt;"pergi!! Pergi!!! Tolong!!!" teriakku setengah sadar.&lt;br /&gt;"hey hey!! Bangun!" teriaknya.&lt;br /&gt;Aku terkejut dan memandangnya dengan wajah polos ketakutan seakan bertanya, makhluk apakah dia.&lt;br /&gt;"baik, sepertinya kau sudah sadar. Sekarang, siapa kau ini dan kenapa dirimu bisa sampai disini?" tanya nya.&lt;br /&gt;"ehm.. well, i'm Izzy, I ran away from the city. Aku rasa aku sudah terlalu jauh dan aku mulai tersesat, aku memutuskan untuk beristirahat disini sebentar.." kataku.&lt;br /&gt;"berhati-hatilah disini, werewolves are often appear suddenly. Lebih baik ikut bersamaku, kau bisa tinggal dirumahku untuk sementara." terangnya.&lt;br /&gt;"WEREWOLF?!" kataku terkejut."o-o-okay.. Tapi, apakah rumahmu masih jauh?" tanyaku.&lt;br /&gt;"tentu saja tidak.. Sebenarnya daritadi kau bersandar di cerobong asap rumahku.."&lt;br /&gt;"oh Really? I'm so sorry.. Aku tidak sengaja.. Tapi.. Dimana rumahmu?"&lt;br /&gt;Dia hanya tersenyum. Lalu ia menyingkirkanku dan mengetuk batang pohon tempatku bersandar. Batang pohon itupun rapuh dan membentuk sebuah lubang yang cukup untuk dimasuki 2 hingga 3 orang sekaligus. sama persis dengan yang ada di mimpiku, aku tergelincir saat menuruni lubang dalam batang pohon tersebut. Namun kali ini aku tetap sadarkan diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-8920777519170282927?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/8920777519170282927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8920777519170282927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/8920777519170282927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-4.html' title='The Occulties: Chapter 4'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-2522127672862536099</id><published>2011-04-20T17:07:00.003+07:00</published><updated>2011-04-20T17:13:44.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://farm3.static.flickr.com/2396/2301609794_2f558d9f41.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 400px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2396/2301609794_2f558d9f41.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berfikir sejenak. Tempat itu benar benar tidak asing.&lt;br /&gt;"ini.. ini kan jalan ke arah rumah Gee! Tapi kenapa gelap dan sepi sekali?" tanyaku sambil mengamati keadaan sekitar.&lt;br /&gt;"tidak. Aku harus pergi,"&lt;br /&gt;aku membalikkan badan, muncul zombie yang sudah hampir mencapaiku.&lt;br /&gt;"whoaaa!!" teriakku sambil mengeluarkan kekuatan supranaturalku tak terarah. Dan zombie itu semakin banyak, mereka bermunculan dari segala arah. Akhirnya aku berlari ke arah rumah Gee.&lt;br /&gt;"Gee!! Gee!! Tolong!!! Buka pintunya!! Gee!!" teriakku karena mulai merasa tak aman.&lt;br /&gt;Pintu terbuka begitu saja dan aku berlari ke kamar Gee.&lt;br /&gt;aku terhenti di tangga. Aku melihat Gee sudah menjadi zombie. Aku terkejut, dan aku berlari keluar.&lt;br /&gt;Dan zombie zombie itu sudah memenuhi halaman rumah, serta ruang tamu rumah Gee. perlahan aku melangkahkan kakiku mundur, dan Gee zombie meraihku, dan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-2522127672862536099?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/2522127672862536099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/2522127672862536099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/2522127672862536099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-3.html' title='The Occulties: Chapter 3'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm3.static.flickr.com/2396/2301609794_2f558d9f41_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-684837199801129125</id><published>2011-04-20T15:48:00.001+07:00</published><updated>2011-04-20T15:58:01.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-OZT-GWNQn-o/Ta6ff7wo6aI/AAAAAAAAANc/zdi8rFDoCXE/s1600/36%2BDriving%2Bthrough%2BTunnel%2BLog.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-OZT-GWNQn-o/Ta6ff7wo6aI/AAAAAAAAANc/zdi8rFDoCXE/s320/36%2BDriving%2Bthrough%2BTunnel%2BLog.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597586757834566050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus berjalan, keramaian kota pun mulai menghilang. Terik matahari pun sudah tak seberapa menyengat karena tertutup oleh pepohonan yang berbatang sangat rindang dan tinggi menjulang.&lt;br /&gt;Langkahku terhenti.&lt;br /&gt;"dimana aku? Tempat ini begitu sunyi dan indah, pepohonan yang rindang, dengan batang batang raksasa,"&lt;br /&gt;Memandang sekeliling dan melihat salah satu pohon roboh secara horizontal dan menutup jalan, dan seketika orang orang kerdil disekitar sana bermunculan dari dalam tanah dan membuat lubang di tengah batang yang menghalangi jalan tersebut. Ukurannya yang begitu besar tetap tak memungkinkan batang pohon itu mampu disingkirkan dengan alat berat sekalipun.&lt;br /&gt;Aku masih melihat sekitar dan menguap. aku tak menemukan tanda tanda ada tempat yang bisa disinggahi untuk aku beristirahat sebentar.&lt;br /&gt;"hmm.. who cares, i'm tired. mungkin aku akan tidur disini sebentar saja," kataku sambil membuka mantel ku dan bersandar di salah satu pohon beberapa meter dari pinggir jalan.&lt;br /&gt;Ketika aku mulai terlelap, aku mendengar desis aneh, aku berfikir, mungkin itu hanya perasaanku saja. Namun desis itu semakin jelas dan batang pohon itu seakan merapuh dan menarikku perlahan.&lt;br /&gt;Ketika aku memindahkan posisi tubuhku, batang pohon itu benar benar menarikku, dan...&lt;br /&gt;"whoaaaa!!!" teriakku seketika.&lt;br /&gt;akupun tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;Setelah aku bangkit, aku melihat sekeliling.&lt;br /&gt;"dimana aku?"&lt;br /&gt;"Tunggu. sepertinya aku tahu dimana.."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-684837199801129125?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/684837199801129125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/684837199801129125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/684837199801129125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-2.html' title='The Occulties: Chapter 2'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-OZT-GWNQn-o/Ta6ff7wo6aI/AAAAAAAAANc/zdi8rFDoCXE/s72-c/36%2BDriving%2Bthrough%2BTunnel%2BLog.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-5330175135127488800</id><published>2011-04-20T14:34:00.006+07:00</published><updated>2011-08-11T15:19:33.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Occulties'/><title type='text'>The Occulties: Chapter 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-VQ5B713sGTU/Ta6OkRav9FI/AAAAAAAAAMw/o5ZzUOqAzcQ/s1600/2824757245_c10cc2bc33.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 303px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-VQ5B713sGTU/Ta6OkRav9FI/AAAAAAAAAMw/o5ZzUOqAzcQ/s320/2824757245_c10cc2bc33.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597568140670137426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akupun mengemasi barang barang ku dalam sebuah tas kotak berukuran sedang, lantas pergi melalui jendela kamarku yang jauh dari kata aman untuk dipanjat. namun suara yang mencekam itu terus mengikutiku, memaksaku untuk pergi dari sana. aku mengikatkan tali tampar dan turun dari jendela kamarku yang berada di lantai 4, yaitu gudang paling atas dari gedung tua nan angker tempat dimana aku tinggal. Ya. itulah rumahku. Aku berusaha untuk tidak membuat suara sekecil apapun agar tidak membangunkan orang rumah dan anjing penjaga yang sedang terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tergelincir setelah mencapai lantai 2 dan terjatuh. Setibanya dibawah, aku dikejutkan oleh seekor kucing yang tiba tiba melompat kearahku dan ia mencabik-cabik sneakers yang ku kenakan. Ternyata aku menginjak makan malamnya, ikan segar yang tergeletak di dekat tong sampah. Aku heran, bagaimana bisa ada ikan segar dimalam hari seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melepas sepatuku dan melihatnya sudah begitu berlubang hingga jemariku pun nampak sangat jelas.&lt;br /&gt;"ah, sudahlah, lupakan. Perjalananku masih panjang." kataku seraya mengangkat tas dan pergi tanpa arah dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berjalan dan terhenti di halte bus di pinggir kota. Aku melihat ke arah cermin dan mengacak-acak ulang rambutku. jam menunjukkan pukul 3:15 dini hari, dan aku mulai merasa lapar. aku mencoba membuka tasku, dan isinya pun tak banyak, hanya beberapa potong baju dan kotak kecil, dengan beberapa karet gelang dan 3 koin di tingkat teratas kotak tersebut. Aku merogoh kantong mantelku dan menemukan sebungkus coklat pemberian Gee pada valentine lalu.&lt;br /&gt;"oh Gee.."&lt;br /&gt;aku mengambil koin yang ada di kotak kecil itu dan menuju box telephone di sebelah halte.&lt;br /&gt;"Gee. Tolong angkat.. Ayolah.."&lt;br /&gt;(tuuut....) nada sambung berbunyi dan tak ada jawaban. Kumasukkan koin ke 2, terus tanpa ada jawaban, hingga kumasukkan koin ke 3. Koin terakhir yang kumiliki.&lt;br /&gt;"ini kesempatan terakhir. Gee, tolong angkat. Please..."&lt;br /&gt;nada dering tetap tak menunjukkan tanda-tanda seseorang akan menerima disana. Tiba-tiba jantungku berdegup melemah, tubuhku mulai berkeringat dan semua terasa begitu dingin. Tanganku yg memegang gagang telephone pun sudah terasa sangat lemah. aku melepaskan gagang telephone itu begitu saja, dan aku mendengar..&lt;br /&gt;"halo?",&lt;br /&gt;"OH GEE!! It's me, Izzy!! Aku.. Aku.. Aku..!!",&lt;br /&gt;"Hey.. Hey.. Ada apa? wait, wait, are you outside?", suara lembut Gee menenangkan.&lt;br /&gt;"mmm..yea.. And i'm going to go somewhere..",&lt;br /&gt;"w-w-what?! emang mau kemana malem malem gini?",&lt;br /&gt;"entahlah.. Aku sendiri juga ga tau mau kemana, i have no destinations, tapi yang jelas aku gabisa bertahan di kota ini. Aku mau pergi dan...",&lt;br /&gt;"dan?"&lt;br /&gt;Aku menghela nafas,&lt;br /&gt;"and... And.... Thanks for your attentions, and all what we've done are not meaningless.. i just can't stand this pain..",&lt;br /&gt;"hey, dirimu ini ngomong apa sih? Do you have any problem? kenapa dirimu ga cerita? Okay, sekarang posisi dimana? Aku kesana.",&lt;br /&gt;"masalahnya..",&lt;br /&gt;Dan telfon pun terputus begitu saja.&lt;br /&gt;"SHOOOOT!!!!", teriakku dalam box telephone sambil membanting gagang telfon. Aku pun menangis sejadi-jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi dari tempat itu tanpa uang sepeserpun. aku berjalan mengikuti kemana arah kakiku melangkah. Ketika kakiku terhenti, mataku melihat sekeliling. Matahari sudah mulai naik. di depan pedagang kaki lima yang baru datang aku berdiri, kulihat anak kecil bersepeda mengenakan seragam sedang mengantarkan koran dengan senangnya, seakan ia tak memiliki beban dengan pekerjaan yang memberatkannya tersebut. seketika terlintas dibenakku, apakah Gee sudah berangkat ke sekolah?&lt;br /&gt;aku melanjutkan perjalananku, ketika aku menyeberang jalan, jantungku terasa melambat, begitu sakit, dan aku jatuh merangkak. klakson mobil terdengar begitu memekakkan telinga. Aku dengan reflek menahan mobil tersebut dengan kekuatan supranaturalku. mobil itu terhempas kebelakang, dan aku terhenti sejenak.&lt;br /&gt;Aku merasa tidak asing dengan mobil itu. Seseorang keluar dari dalam mobil itu dan berteriak,&lt;br /&gt;"Izzy!! what cha doin right here?"&lt;br /&gt;Dan aku terkejut, itu adalah Dafty, salah satu anggota keluargaku yang juga salah satu teman sekelas Gee. Aku benar benar terkejut, ternyata Gee berada dalam mobil itu. Dia melihatku seakan tak percaya aku dapat menahan mobil itu. Gee keluar menghampiriku dan berkata,&lt;br /&gt;"z-z-zy? Kau mengenalnya?" dia mencoba meraih tanganku. Aku hanya tersenyum tanpa dosa melihatnya.&lt;br /&gt;"s-s-so.. Y-you both are..", katanya terbata-bata melihat ada kemiripan di kedua mata kami. Aku bergegas meninggalkan tempat itu tanpa melihat wajahnya.&lt;br /&gt;"IZZY!! WAIT!!",&lt;br /&gt;Aku semakin mempercepat langkahku, dia berlari dan memelukku dari belakang.&lt;br /&gt;"apa yang kau lakukan, Gee?", tanyaku.&lt;br /&gt;"aku sedang memelukmu," jawabnya.&lt;br /&gt;"dasar bodoh, aku tahu itu. Maksudku, untuk apa kau memelukku?", tanyaku lagi.&lt;br /&gt;"because i can't let you go..", dan ia memelukku semakin erat.&lt;br /&gt;"aku sudah menduga semua ini, aku takut bertemu denganmu untuk yang terakhir kali, dan pelukanmu ini akan semakin membuatku sakit..",&lt;br /&gt;Kataku menjelaskan.&lt;br /&gt;"hentikan drama ini, Gee. ayo kita kembali ke sekolah." kata Dafty.&lt;br /&gt;"Gee, kembalilah, biarkan aku pergi."&lt;br /&gt;"tidak, zy. Aku tau dirimu masih sangat rentan, dirimu belum bisa mengontrol emosi, i can see it all. Aku juga tahu bagaimana perasaanmu setiap kali aku ada disekitarmu. i feel the same way though.. but i can take control of it. Neither you."&lt;br /&gt;aku membalikkan badanku dan melihat matanya. mata birunya menatapku sangat dalam. Suasana hening seketika. Dia mendekat dan menatapku lebih dalam lagi, dan aku menutup mataku seraya merasakan denyut jantungku yang semakin lemah akannya.&lt;br /&gt;Aku tak tau apa yang terjadi, aku merasakan sentuhan bibirnya yang begitu hangat dengan salah satu tangannya menyentuh tengkukku dengan erat dan tangan yang lain menahan pinggangku, semakin erat, dan erat, seakan ia benar-benar tak ingin melepasku. Aku hampir tak bisa bernafas dibuatnya.&lt;br /&gt;"okay, enough." kataku.&lt;br /&gt;Aku diam sejenak. Aku merasa sangat nyaman. Tapi apa maksud dari ciuman itu?&lt;br /&gt;"baik, kembalilah ke sekolah sebelum terlambat. Jangan biarkan orang lain tau hubungan kita, termasuk para guru penggosip di sekolahmu, atau kau akan mendapat skorsing karena semua ini. Lupakan aku. Dan... Sekali lagi.. Terima kasih atas segalanya."&lt;br /&gt;Aku bergegas mengambil tasku.&lt;br /&gt;"mmm.. your lips are slim," kataku.&lt;br /&gt;Aku berjalan menjauh darinya dengan kepala menunduk. Meninggalkannya yang terdiam dan terpaku. Tanpa kusadari aku meneteskan air mata, aku mempercepat langkahku, dan air mataku semakin deras, aku berlari tanpa arah dan semakin jauh. Seandainya dia tau, bagaimana sakitnya perasaan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-5330175135127488800?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/5330175135127488800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/5330175135127488800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/5330175135127488800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2011/04/occulties-chapter-1.html' title='The Occulties: Chapter 1'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-VQ5B713sGTU/Ta6OkRav9FI/AAAAAAAAAMw/o5ZzUOqAzcQ/s72-c/2824757245_c10cc2bc33.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2530432580454581408.post-6610283215285583650</id><published>2010-05-06T18:05:00.003+07:00</published><updated>2010-05-06T18:48:33.112+07:00</updated><title type='text'>embotala</title><content type='html'>parah parah parah :(&lt;br /&gt;hari ini hari paling parah Ya Allah..&lt;br /&gt;hasil kegiatan belajar ku selama 3 tahun ini akhirnya keluar.&lt;br /&gt;teman-teman kegirangan setelah mengetahui hasil mereka.&lt;br /&gt;mereka nampak kegirangan menyebut nilai-nilai mereka di &lt;a href="http://twitter.com"&gt;twitter&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;semua nampak benar-benar bahagia akan hasil mereka. saat ditanya berapa nilai mereka, mereka pun ta sungkan untuk menjawab "38,9" "37,00" "38,2" "38,00"&lt;br /&gt;akupun mulai optimis, "mereka dapet segitu, paling enggak aku juga bisa lah!" batinku.&lt;br /&gt;dan mendengar kata-kata anak lain..&lt;br /&gt;"heee aku jelek! nilaiku 36 koma!"&lt;br /&gt;"eh aku jelek banget 35,9 malah! gimana dong?"&lt;br /&gt;dan mendengar itupun membuatku semakin penasaran. bagaimana dengan nilaiku? batinku dalam hati.&lt;br /&gt;dengan panik, aku mencari tau dengan berbagai macam cara, aku mulai meneror wali kelas (baca: telpon terus), dan kira-kira beginilah perbincangan kami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya: "bu, maaf, dengan ibu badriyah?"&lt;br /&gt;bbad: "iya, ini siapa ya?"&lt;br /&gt;saya: "ini fierza, bu, saya mau tanya, apa sudah ada pengumuman?"&lt;br /&gt;bbad: "(diam)....i...ya...sudah nak, tapi... ya gitu, belum tau nilainya"&lt;br /&gt;saya: "oh, 9e lulus semua nggak bu?"&lt;br /&gt;bbad: "(diam)"&lt;br /&gt;      "eh... anu....."&lt;br /&gt;      "ada......"&lt;br /&gt;saya: "ada apa bu?" (dengan sangat was was)&lt;br /&gt;bbad: "ada temenmu......(diam)......sebentar ya nak, saya masih ada rapat"&lt;br /&gt;saya: "o, iya bu, maaf mengganggu" (mbatin: wih... ada apa ini?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sayapun semakin was-was. kembali lagi pada dunia twitter dan YM. semakin banyak anak yg tau nilainya, dan saya semakin was-was.&lt;br /&gt;semua pada tanya gimana gimana, aku bilang "kenapa tanya ke aku? tanya aja sendiri"&lt;br /&gt;karena saya sudah mulai muak dengan pertanyaan itu. maklum, yg bertanya "anak-anak itu tau nilainya darimana" bukan hanya dari sekolah fierza sendiri, tapi dari temen-temen fierza di sekolah-sekolah lain juga.&lt;br /&gt;mereka semakin penasaran sama dengan halnya aku.&lt;br /&gt;tak lama kemudian, riza sang ketua kelas memberi kabar, bahwa 9E lulus 100%. dan syukurpun ku ucapkan. lalu bagaimana dengan nilainya? riza pun belum mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sms telpon cek web, semuanya aku lakukan, berjam-jam menatap layar hape dan laptop, dan hingga pada akhirnya aku melihat so &lt;span style="font-style:italic;"&gt;update&lt;/span&gt; status twitternya, dia bilang kalo nilai sudah bisa dilihat di web resmi.&lt;br /&gt;dan tanpa pikir panjang aku membukanya. dan oh my gosh! layaknya petir yang menghujam jantungku. aku tidak percaya, nilaiku hanyalah sekedar nilai sampah.&lt;br /&gt;"33.55"&lt;br /&gt;sungguh ironis.&lt;br /&gt;aku buka account parodiku, aku curhat tentang nilaiku, dan tanggapan teman-teman parodiku adalah..&lt;br /&gt;"33? rata-rata 8 dong? itu uda bagus banget? gue mah syukur banget deh dapet segitu!"&lt;br /&gt;tapi mereka gatau, kalo di Surabaya ini kehidupan sangatlah keras, lihat danem mereka, bahkan (maaf) sekolah pinggiran disini aja ada yg nilainya 39,15! fantastis bukan? lalu bagaimana ini? bahkan aku sendiripun patah semangat untuk melanjutkan sekolah.. tapi aku juga tidak mungkin menghentikan sekolah begitu saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2530432580454581408-6610283215285583650?l=fierza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fierza.blogspot.com/feeds/6610283215285583650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2010/05/embotala.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/6610283215285583650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2530432580454581408/posts/default/6610283215285583650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fierza.blogspot.com/2010/05/embotala.html' title='embotala'/><author><name>Izzy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01703211829343126508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/-Vt2Pb93O-tM/Ta6Kl6efVxI/AAAAAAAAAL4/YBJnN8dsDCs/s220/snapshot%25288%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
